Tentang FKPT Maluku

Sejarah FKPT Center


Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) adalah organisasi dibentuk oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di tingkat daerah sebagai mitra strategis dalam melaksanakan tugas koordinasi pencegahan terorisme di daerah berdasarkan ketentuan perundang-undangan.

 

Pembentukan FKPT dilakukan secara bertahap. Dimulai pada tahun 2012, sebanyak 12 (dua belas) kepengurusan menjadi cikal bakal, yang selanjutnya hingga saat ini berjumlah 32 (tiga puluh dua) kepengurusan. FKPT berkedudukan di ibukota provinsi. Ke-32 kepengurusan FKPT tersebut adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara.

Komposisi kepengurusan FKPT terdiri dari 8 (delapan) orang pengurus dan 3 (tiga) staf sekretariat. 8 pengurus tersebut terbagi ke dalam jabatan Ketua; Wakil Ketua/Bendahara; Sekretaris; Ketua Bidang Agama, Sosial, dan Budaya; Ketua Bidang Media Massa, Hukum, dan Hubungan Masyarakat; Ketua Bidang Pemuda dan Pendidikan; Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak; Ketua Bidang Pengkajian dan Penelitian; serta Staf Administrasi, Staf Teknologi Informasi, dan Staf Keuangan. Masa jabatan kepengurusan FKPT berlaku selama 2 (dua) tahun di setiap periode.

Sebagai sebuah organisasi yang menjadi representasi masyarakat, kepengurusan FKPT berisikan perwakilan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pendidikan, tokoh ekonomi, tokoh pers, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan pegiat seni budaya di masing-masing daerah.

Terdapat 5 (lima) tujuan dibentuknya FKP, yaitu :

  • Membantu BNPT dalam melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan di daerah dalam rangka pencegahan terorisme
  • Melaksanakan kegiatan pencegahan terorisme dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah
  • Mewujudkan masyarakat yang sadar terhadap ancaman dan bahaya terorisme dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
  • Memberikan pemahaman kepada masyarakat akan bahaya penyebaran ideologi radikalisme dan terorisme
  • Mencegah berkembangnya paham radikal terorisme di masyarakat.